Saat kau diambil paksa dariku
Yang tersisa hanyalah kerinduan yang menyesakkan
Aku yang mengandungmu
Mengajakmu kemanapun dalam rahimku
Mencintaimu sebelum aku melihatmu
Merasakan sakit saat melahirkanmu
Bayi putihku yang tampan
Hanya akulah yang paling mengenalmu
Kau hanya minum dari diriku dibulan-bulan pertama kelahiranmu
Saat kau masih kecil dan kau memiliki adik lagi
Aku selalu berusaha mengajak kalian berdua kemanapun
Saat aku mengajakmu duduk diujung kereta dorong adik bayimu
mengajakmu dan adikmu pergi berbelanja ke pasar
Di lain hari sembari tangan kanan memeluk adikmu dan kau kugandeng ditangan kiri
Aku selalu berpikir kita adalah trio yang takkan terpisahkan
Kau, aku ,dan adik perempuanmu selalu bersama
Saat kau beranjak menjadi kanak-kanak
Aku mengajakmu bersepeda dan kau duduk disadel depan
Kau tertawa-tawa kegirangan
Kau berteriak " Mama awas hati-hati jangan kecemplung sungai, banyak buayanya!"
Kau lucu nak....
Aku tak pernah lupapun
Saat pertama kali aku mengantarkanmu ke sekolah pertamamu
Kau tidak menangis keras pada saat itu
Kau hanya berdiri tegang didepan sekolah
Aku membisikkanmu bahwa kau akan baik-baik saja
Kau akan memiliki banyak teman
Mama akan menunggumu diluar sini
Mama tak akan meninggalkanmu
Ingatkah kau nak
Saat aku mengajarimu abjad
Seharian kita mengguntingi kertas karton
Seharian kita mewarnai kertas itu
Kemudian satu persatu ditempel ditembok kamar
Kau keras kepala sekali waktu itu
Aku hampir menyerah saat mengajarimu membaca dan menulis
Tapi aku bersyukur pada Tuhan saat kau bisa menuliskan
Kata pertamamu : "Mama"
Kau berhasil membuatku menangis bahagia nak
Dan lihatlah kau setelahnya
Tumpukan buku-bukumu menggunung
Setiap hari tak henti-hentinya kau membaca
Setiap aku pulang bekerja
Tak henti-hentinya kau bercerita apa saja kegiatanmu hari itu
Terkadang aku lelah dan aku hanya mendengarkan sambil lalu saja nak
Maafkan aku nak
Aku selalu merasa dirimu adalah aku nak
Dirimu yang suka menggambar
Dirimu yang suka membaca
Dirimu yang suka bercerita
Dirimu yang berimajinasi tinggi
Sekarang kau hanyalah pensil-pensil warna berceceran
Sekarang kau hanyalah gambar-gambar bisu
Sekarang kau hanyalah buku-buku tergeletak
Sekarang malam-malamku sunyi tanpa cerita celotehanmu
Sekarang malam-malamku dilengan kanan ini tak ada lagi kepalamu yang bersandar
Aku merindukan kepala bundarmu
Ubun-ubunmu yang berambut cokelat
Gigi kecil-kecilmu yang seperti pagar
Matamu yang bagian hitamnya lebih besar
Tangisan mengembikmu yang melengking
Ceruk diantara tengkorak kepalamu
Yang sering kugosok-gosok saat kau tertidur
Jari-jari pendekmu yang gemuk-gemuk
Aku sering mencandaimu kakimu seperti kipas karena lebar
Kau malaikat kecilku pemuja dinosaurus
Serasa ingin kuborong semua dinosaurus ditoko-toko itu
Kau si penyuka telur dadar
Membuatku harus selalu berkreasi agar tak bosan memasakkanmu telur dadar
Si pemasak bisa bosan
Si pemakan tak bosan-bosan
Ah anakku sekarang persediaan telur dikulkas tak cepat habis
Kenakalan-kenakalanmu...
Lompat-lompatlah ditempat tidur sesukamu
Berteriak-teriaklah sekeras yang kau suka
aku bahkan tidak akan keberatan jika kau menakaliku lagi
Ganggu aku lagi nak...
Saat aku sedang memasak kau menaiki meja
lampu tiba-tiba mati dan kau cekikikan berlari menjauh
Berceritalah padaku sebanyak yang kau bisa
Dan aku berjanji akan kudengarkan
Meski harus sampai ketiduran
Terkadang disaat pagi dihari libur sekolahmu
Dan kau tahu aku sedang bersiap-siap bekerja
Kau menjadi kesal
Kau melempar semua barang yang ada didekatmu
Dan kau tak ingin melihat wajahku saat aku ingin menciummu tuk berpamitan
Aku tahu kau marah
Maafkan aku nak
Tenggorokan mama juga tercekat
Maafkan aku nak, jika aku harus membagi kasih sayangku dengan adikmu
Maafkan aku nak jika saat malam kau ingin dipeluk
Tapi adikmu juga,aku harus memeluk adikmu
Pilihan yang sangat sulit untukku nak
Setelah adikmu tertidur
Aku segera menoleh kearahmu
Ternyata aku sudah terlambat
Kau sudah tertidur dengan menghadap tembok
Di saat itulah aku hanya bisa mengelus elus punggungmu
Memelukmu dari belakang
Mendoakan kau takkan merasa kekurangan kasih sayang dariku
Aku selalu menyayangimu lebih dari hidupku
Seandainya kau mengerti nak
Apapun akan kulakukan untuk membahagiakanmu
Tak tahukah kau, aku seringkali merasa depresi
Saat aku tak bisa memenuhi keinginanmu
Mungkin ini semacam kutukan untuk seorang ibu nak
Selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anaknya
Meskipun harus sampai hancur lebur
Dan menghancurkan dirinya sendiri saat tak ada lagi yang bisa diberikan
Beberapa hari sebelum kau dibawa pergi
Saat aku sedang memasak
Kau tiba-tiba datang memelukku
Mengatakan kau menyayangiku
Kemudian kau berlari pergi
Kau membuatku terkejut
Kau berhasil membuat hatiku berbunga-bunga
Malam hari sebelum paginya kau dibawa pergi
Aku menjalinkan jemariku dengan jemarimu sangat erat nak
Sampai jemarimu melonggar
Dan kulihat kau sudah tertidur
Aku ternyata tak berhasil menautkan jemariku lagi dengan jemarimu setelahnya
Setiap hari kau membuatku menangis nak
Air mata yang meleleh tak kenal waktu dan tempat
Kapan aku bisa bertemu lagi denganmu nak
Orang-orang jahat itu merebutmu dariku
Mereka membentakku
Mereka memakiku
Tak memperdulikan air mataku
Teriakanku saat tanganku mencoba menggapaimu
Aku hanya ingin memelukmu
Mereka menarikku menjauh darimu
Aku yang menangis ini
Dihadapkan pada seringai kemenangan mereka
Manusia-manusia tak punya hati
Mendzolimi hati seorang ibu
Saat aku dipaksa pergi meninggalkanmu
Disaat itulah aku tahu
Setengah jiwaku sudah tercerabut paksa dari diriku
Mama akan berjuang untukmu nak
Aku takkan membiarkanmu berpisah dari adikmu
Aku takkan membiarkanmu berpisah dariku
Kerinduan yang berkepanjangan ini harus diakhiri
Semoga Allah menyertai ibumu ini
Allah Maha Adil