Minggu, 05 Juni 2016

anak yang terjebak ( penulis :si suami )

Hidup hanya mengejar. kebahagian masa kanak
yang terlewat.
                               
Mari belajar sabar. 
Menjinakan yg meledak2.
Mengendalikan yg menabrak2.
Membersihkan serak tak harap perak.

Hey! anak yg terjebak

Jumat, 03 Juni 2016

tempat ini sederhana

Ku suka duduk disini
hampir setiap hari

tempat ini bukan mall atau cafe mewah dengan kerumunan manusia urban dan asap rokoknya

tempat ini juga bukan tempat destinasi wisata seperti undangan semangkuk gula pada gerombolan semut kehausan hiburan

tempat ini sederhana saja

inilah tempat mataku bebas bercengkerama dengan langit tak berbatas
dari kejauhan gradasi biru pegunungan terlukiskan dengan anggunnya
rerumputan,pepohanan dan bunga bunga liar menari menghiburku
burung burung bernyanyi soprano
angin sejuk mencumbui pipiku

tempat ini tempat dimana aku tak perlu bersikeras berpikir..

hanya merasakan

kukatakan lagi tempat ini sederhana

tempatku dimana

Jangan kira...
aku juga pernah menapakkan kaki didalam bebataan dan bebetonan mewah buatan developer pongah

Jangan kira...
aku juga pernah berdiri diketinggian bersidekap dengan suara cuitan burung diantara pepohonan pinus dan bunga bunga liar

Jangan kira...
aku juga pernah menendang nendang ombak tuk melepas kejengahan hati disuatu sunset disuatu masa

Tapi jangan tanya...

Tempat yang terealistis untukku hanya disini...
diatas kasur langu
mata terpejam
melanglang buana dengan otakku yang waras dan terkadang...gila

Tetapi aku tak keberatan kadang kadang gila
semakin gila
semakin aku bebas bepergian
kemanapun kusuka

Bukankah kau tak perlu bertanya
batasan gila dan waras
Manakah yang lebih riil waras atau gila?
itu semua absurd
sama seperti tempat2 indah yang telah kutapaki itu semua absurd

semuanya....

hasil imajinasiku
hasil jalan jalanku
semuanya berkumpul
menjadi memori absurd diotak

absurd

pepohonan...

aku suka termangu mangu dinaungi pepohonan besar...

pucuk dedaunan yang tak berbatas dengan langit mengajarkanku tentang kebebasan

akar besarnya yang mencengkeram tanah dengan kokoh,tak goyah diterpa badai mengajarkanku tentang kekuatan

dahan dahannya yang bertautan mengajarkanku tentang keperdulian

aku suka mencium aroma pepohonan sama seperti aku suka mencium aroma mawar sehabis dibasuh hujan pagi hari

aroma kehidupan

aroma kedamaian