si anu kecil suka memainkan benang jahit ibunya,dianggapnya itu layang layang,ditarik tariknya sembari berteriak teriak,menyenggol tempat jarum, tumpah ruah, ibu marah
si anu kecil suka memainkan sendok makan dianggapnya itu microphone,ia sedang bernyanyi,berdiri dipanggung,saat makan malam tiba,sendok sendok menyelinap entah kemana,ibu marah
si anu kecil suka memainkan sepeda motor ayahnya yang diparkir didepan rumah,dianggapnya dirinya pembalap,terlalu keasyikan,dibelok belokan setirnya,hilang keseimbangan,jatuh menimpa lantai,wajah duluan,bibir berdarah,ibu marah
si anu kecil suka memainkan korek api,yang disimpan rapat dibuffet perkakas,dianggapnya ia pemadam kebakaran,korek menyala membakar ujung korden,kebakaran,ibu marah
si anu kecil suka memainkan pisau dapur,saat musim hujan,dicarinya kodok diselokan,dibawa kedapur,diatas telenan kayu ibunya dibedahnya perut kodok malang itu,dianggapnya ia dokter ahli bedah,ibu marah
si anu kecil tumbuh dewasa,suka memainkan wanita,dianggapnya mereka boneka dan ia tuan,si wanita menangis meraung raung kesakitan jiwa dan raga,si wanita digeletakkan begitu saja,dijalanan berdebu bertaruh nyawa
ibu wanita marah
ibunya ...hanya tertegun menegang urat leher
menelan ludah yang lama kering
si anu kecil suka bermain
suka bermain
imajinasi yang kelewatan
celaka!