Tapak kaki kapalan
Berjalan mondar-mandir diatas aspal panas
Rambut memerah kasar terbakar terik matahari
Wajah kusam bak di coreng-moreng jelaga
Pakaian kumal dicuci debu jalanan
Tubuh kurus melunglai saat kau ditolak
Manusia-manusia yang dikelompokkan terbawah
Dalam strata sosial buatan kaum borjuis
Terus menyanyi sampai serak
Terus menengadahkan tangan dengan mengiba
Terus menodongkan koran setiap pagi
Terus menjajakan panganan kecil
Semuanya wajah penuh harap terbias kaca mobil
Semuanya berjuang hari demi hari
Bukan karena semangat dari jiwa
Tapi karena lapar meraung-raung didalam perut
Sampai kapan pemandangan ini kan berakhir
Masa sampai kiamat?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar