" Kita tengadahkan muka ke atas, ke alam bebas dan lepas, dimana perkawinan pendapat bukan pengkhianatan; pertentangan pendapat bukan pengacauan; pembaharuan sikap bukan kejelekan.....kesanalah kita menengadah dimana pendapat-pendapat saling bertentangan, dimana pendapatmu, pendapatnya, dan bahkan pendapatku dimungkinkan bercanda dan bercumbuan dalam saling penghormatan.."
" Bagi kita, teis dan atheis bisa berkumpul. Muslim dan Kristen bisa bercanda. Artis dan atlet bisa bergurau. Kafirin dan Mutaqqin bisa bermesraan. Tapi pluralis dan antipluralis tidak bisa bertemu. "
" Dengan membaca aku melepaskan diri dari kenyataan yaitu kepahitam hidup. Tanpa membaca aku tenggelam sedih. Tapi sebentar lagi akan datang saatnya dimana aku tidak bisa lari lagi dari kenyataan. Kenyataan yang pahit tidak bisa dihindari terus menerus, berhubung dualitas diri yaitu jasmani dan rohani. Sebentar lagi kenyataan akan menangkapku dan aku belum tahu bagaimana saat itu harus kuhadapi. Saat itu adalah saat yang paling pahit. "
" Tuhan aku menghadap pada-Mu bukan hanya di saat-saat aku tak cinta dan tidak mengerti tentang diri-Mu; disaat seolah-olah mau memberontak terhadap kekuasaanmu. Dengan demikin Rabbi, aku berharap cintaku pada-Mu akan pulih kembali. "
" Aku bukan nasionalis, bukan Katolik, bukan sosialis. Aku bukan Buddha, bukan Protestan, bukan westernist. Aku bukan Komunis. Aku bukan Humanis. Mudah-mudahan inilah yang disebut Muslim. Aku ingin orang menilai dan memandangku sebagai suatu kemutlakan ( Absolute entity ) tanpa menghubung-hubungkan dari kelompok mana saya termasuk serta dari aliran apa saya berangkat. Memahami manusia sebagai manusia. "
" Tuhan bisakah aku menerima hukum-Mu tanpa meragukannya terlebih dahulu? karena itu Tuhan maklumilah lebih dulu bila aku masih ragu akan kebenaran hukum-hukum-Mu. Jika Engkau tak suka itu, berilah aku pengertian-pengertian sehingga keraguan itu hilang. Tuhan murkakah Engkau bila aku berbicara dengan hati dan otak yang bebas, hati dan otak sendiri yang Engkau telah berikan kepadaku dengan kemampuan bebasnya sekali? Tuhan aku ingin bertanya kepada Engkau dalam suasana bebas. Aku percaya, Enkau tidak hanya benci pada ucapan-ucapan yang munafik, tapi juga benci pada pikiran-pikiran yang munafik, yaitu pikiran-pikiran yang tidak berani memikirkan yang timbul dalam pikirannya, atau pikiran yang pura-pura tidak tahu akan pikirannya sendiri.."
" Pada saat ini terlihat bahwa seluruh sikap-sikap mental mengalami degradasi di Indonesia, termasuk sikap mental bertanggung jawab. Beberapa orang yang pada mulanya terlihat sangat potent untuk berwatak penuh tanggung jawab, ternyata menjadi pelempar tanggung jawab. Ada suatu bahaya bahwa masyarakat Indonesia akan menjadi society of responsibility shifters. Karena itu dari kalangan anak-anak muda disamping orang-orang tua, harus tampil beberapa orang yang berani melawan arus ini dan menegakkan suatu masyarakat yang bertanggung jawab. "
" Aku tidak mengerti keadaan di Indonesia ini. Ada orang yang sepuluh tahun jadi tukang becak. Tidak meningkat - ningkat. Seorang tukang cukur bercerita bahwa dia sudah dua puluh tahun bekerja sebagai tukang cukur. Penghasilannya hampir tetap saja. Bagaimana ini ? "
Tidak ada komentar:
Posting Komentar