Maafkanlah aku...
Yang terlalu membuka lebar-lebar pintu kesedihanku
Memuakkan akan kegamblangannya
Membuat muntah tanpa harus mengorek tenggorokan
Meniupkan bau tengik di hati yang berbunga-bunga
Mencorat coret darah dan air mata ditembok kosong berpunya
Lalu kabur tanpa sejumput rasa takut
Tetapi mengapa ku harus meminta maaf ?
Kepada siapa ku harus meminta maaf ?
Apa sebab ku harus meminta maaf ?
Katakanlah aku berlebihan
Terlalu banyak gaya
Terlalu sentimentil melankolis
Aku hanya mempraktekkan demokrasi
Kebebasan tuk bersedih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar