Jumat, 30 Agustus 2013

Hari Ini

Hari ini
Tidak kah kau lihat awan
Hanya garis putih melintang horisontal dilangit
seperti asap yang melesat meninggalkan jejak
Awannya lain dengan kemarin
Kemarin hanyalah gugusan seperti kapas beriak-riak

Hari ini
Tidak kah kau lihat padang rumput hijau disisi jalanan itu
Rumput-rumputnya terbakar habis
Hamparan hijaunya gosong menghitam
Traktor dan mesin-mesin monster kontruksi melintas dengan gagahnya
Melindas apapun yang nampak hidup
Disebelahnya bentangan kain bergambar apartemen telah mengklaim tempatnya
Rumput menangis

Hari ini
Sepertinya kau asyik bermain dengan gadgetmu
Seperti manusia haus pengetahuan akan dunia
Manusia yang selalu ingin mengintip kehidupan manusia lain
Kau sibuk berinteraksi menegaskan eksistensimu
Kepalamu terus saja tertunduk, sesekali melihat tak acuh disekelilingmu
Jari-jarimu tak berhenti menjelajah tombol- tombol kecil

Hari ini
Sepertinya kau sibuk dengan pikiran-pikiranmu
Kenangan masa lalu
Harapan yang nampak menjauh
Lamunan akan sakit hati ditinggalkan dan diabaikan
Lamunan akan ketidak adilan upah yang kau dapat ditempat kerjamu
Lamunan akan cinta yang tak juga kau raih

Hari ini
Kuku kukumu bertambah sepermilimeter
Rambutmu hitammu membuat bercak putih perlahan
Kerutan halus tergerus perlahan disudut matamu
Sang pencipta membuktikan keberadaan-Nya
Sedikit demi sedikit..

Hari ini apakah yang penting, apakah yang tidak penting?
Akankah hal yang penting menjadi tidak penting?
Akankah hal yang tidak penting menjadi penting?
Ah permasalahan dunia...










Rabu, 14 Agustus 2013

Paradoks Sang pencipta

Setiap totalitas.....
Sepenggalan...
Serpihan...
Sel...
Nukleus..
Molekul..
Atom..
Sampai yang tak kasat mata...
Hanyalah bias-bias realitas...
Kutemukan hanya Allah lah sang paradoks...
Bagi sebagian ia ada, sebagiannya lagi ia tiada...
Bagi sebagian ia nyata, sebagiannya lagi ia tak nyata..

Bersyukur...

Kuku-kuku jariku tak berhenti memanjang
Sehelai demi sehelai rambutku tak berhenti bertumbuh
Rupanya Dia terus mengingatkanku
Bagaimana aku bisa lupa ?
Kuanggap sepele mungkin..
Keterlaluan..
Aku si manusia...

Persepsi dan eksekusi

Seperti seseorang yang berjalan menyendiri
Di tengah badai
Dibawah derasnya hujan
Melawan terpaan angin
Basah kuyup....
Terkadang diam berdiri, merenung..
Jalan lagi..
Pelan-pelan..
Sementara orang-orang menatapnya dibalik jendela mereka
Berpikir ia sinting...

Tak tahukah mereka?

Sesumbar Antara Si Hati dan Si Otak

Kata si otak pada hati :

"Aku ada dua, kanan dan kiri, kaupun...
kau bisa patah hati, sedangkan aku mana ada patah otak?
Berhentilah menjadi melankolis
Kau itu kelewat rapuh..
Turuti aku.."

Kata si hati pada otak :

" Tanpaku otak...
kau hanya akan menjadi seperti mesin mekanis
keberadaanmu akan sangat membosankan
kau takkan pernah belajar bagaimana memproses emosi yang super abstrak itu
Menginterpretasikannya..pasti menjadi prestasi bagimu "