Hari ini
Tidak kah kau lihat awan
Hanya garis putih melintang horisontal dilangit
seperti asap yang melesat meninggalkan jejak
Awannya lain dengan kemarin
Kemarin hanyalah gugusan seperti kapas beriak-riak
Hari ini
Tidak kah kau lihat padang rumput hijau disisi jalanan itu
Rumput-rumputnya terbakar habis
Hamparan hijaunya gosong menghitam
Traktor dan mesin-mesin monster kontruksi melintas dengan gagahnya
Melindas apapun yang nampak hidup
Disebelahnya bentangan kain bergambar apartemen telah mengklaim tempatnya
Rumput menangis
Hari ini
Sepertinya kau asyik bermain dengan gadgetmu
Seperti manusia haus pengetahuan akan dunia
Manusia yang selalu ingin mengintip kehidupan manusia lain
Kau sibuk berinteraksi menegaskan eksistensimu
Kepalamu terus saja tertunduk, sesekali melihat tak acuh disekelilingmu
Jari-jarimu tak berhenti menjelajah tombol- tombol kecil
Hari ini
Sepertinya kau sibuk dengan pikiran-pikiranmu
Kenangan masa lalu
Harapan yang nampak menjauh
Lamunan akan sakit hati ditinggalkan dan diabaikan
Lamunan akan ketidak adilan upah yang kau dapat ditempat kerjamu
Lamunan akan cinta yang tak juga kau raih
Hari ini
Kuku kukumu bertambah sepermilimeter
Rambutmu hitammu membuat bercak putih perlahan
Kerutan halus tergerus perlahan disudut matamu
Sang pencipta membuktikan keberadaan-Nya
Sedikit demi sedikit..
Hari ini apakah yang penting, apakah yang tidak penting?
Akankah hal yang penting menjadi tidak penting?
Akankah hal yang tidak penting menjadi penting?
Ah permasalahan dunia...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar