Kotak - kotak...
Aku melihat banyak sekali kotak - kotak
Manusia suka sekali hidup berkelompok dalam kotak
Setauku pengkotak-kotakan namanya...
Kotak itu kaku
Bundar itu fleksibel
Bumi itu bundar
Kotak - kotak didalam bundar akan menyisakan ruang
Ruang sisa berpenghuni manusia diluar kotak
Manusia yang tersisih dan ingin disisihkan
Manusia yang membenci kekakuan kotak
Manusia yang dibenci karena tak sanggup mengikuti bentuk kotak
Kotak - kotak yang dikotaki benang merah disetiap sisinya
Benang merah status sosial
Benang merah agama, suku dan ras
Mengamankan dan menyamankan diri dalam kotak
Kotak - kotak aku memilih tinggal diluar
Karena aku manusia berkepala bundar
Berotak bundar
Yang sadar bumi ini bundar
Senin, 06 Oktober 2014
Sabtu, 03 Mei 2014
sang pelukis realis dan perempuan yang dilukisnya
Saat sang pelukis yang menyebut dirinya aliran realis,telah melukis dedaunan bambu di siang yang mengharu biru dan perempuan yang tadi diperintahnya untuk duduk diam diatas bangku taman,mulai membuka mulutnya..
"Katanya kau pelukis realis
Tapi kau nyatanya pembohong
Kau lukis awan berarak bergugus putih itu dibalik dedaunan bambu
Yang kulihat awan itu selalu melayang ditiup angin
Sebentar ia berada dibalik dedaunan
Sebentar saat aku melongok kebawah
Ia berada dibawah kaki bangku taman ini
Kau pembohong..
Kau lukis dedaunan bambu itu tepat diatas tanah coklat berdebu
Bayangannya tepat menimpa sejumput rumput liar didekat batu hitam itu
Dedaunan itu bergoyang!
Ia tertiup angin!
Tak kau lihatkah debu disekelilingnya terbang mengotori kakiku?
Dan mengapa kau melukis wajahku dengan mata yang kering menerawang?
Aku tahu aku hanyalah objek
Tapi mataku telah basah..
Debu yang berterbangan dari kakiku menusuk kornea mataku ,menekan kelenjar air mataku
Tak kau lihatkah tetesan - tetesannya?
Mataku membasah...
Mengapa kau sebut dirimu pelukis realis?
Apakah tanda-tanda kehidupan yang bisa kau lukiskan?
Yang nyata itu tak kan benar-benar beku
Lukislah saja patung
Dan berhentilah menyebut dirimu pelukis realis!"
Perempuan itu lantas meninggalkannya pergi dalam kegemparan jiwa yang terguncang..
"Katanya kau pelukis realis
Tapi kau nyatanya pembohong
Kau lukis awan berarak bergugus putih itu dibalik dedaunan bambu
Yang kulihat awan itu selalu melayang ditiup angin
Sebentar ia berada dibalik dedaunan
Sebentar saat aku melongok kebawah
Ia berada dibawah kaki bangku taman ini
Kau pembohong..
Kau lukis dedaunan bambu itu tepat diatas tanah coklat berdebu
Bayangannya tepat menimpa sejumput rumput liar didekat batu hitam itu
Dedaunan itu bergoyang!
Ia tertiup angin!
Tak kau lihatkah debu disekelilingnya terbang mengotori kakiku?
Dan mengapa kau melukis wajahku dengan mata yang kering menerawang?
Aku tahu aku hanyalah objek
Tapi mataku telah basah..
Debu yang berterbangan dari kakiku menusuk kornea mataku ,menekan kelenjar air mataku
Tak kau lihatkah tetesan - tetesannya?
Mataku membasah...
Mengapa kau sebut dirimu pelukis realis?
Apakah tanda-tanda kehidupan yang bisa kau lukiskan?
Yang nyata itu tak kan benar-benar beku
Lukislah saja patung
Dan berhentilah menyebut dirimu pelukis realis!"
Perempuan itu lantas meninggalkannya pergi dalam kegemparan jiwa yang terguncang..
dilema minggu pagi
Saat matahari datang dan mengetuk pintu kamarku
Masih mendengung sisa-sisa migrain semalam
Tak sanggup merangkakpun membukakan pintu kamarku
Bertarung sengit dengan selimut hangatku
Dilematis di minggu pagi yang sarkastis...
Masih mendengung sisa-sisa migrain semalam
Tak sanggup merangkakpun membukakan pintu kamarku
Bertarung sengit dengan selimut hangatku
Dilematis di minggu pagi yang sarkastis...
Sabtu, 26 April 2014
surat perempuan yang ingin masuk pesantren
Aku lelah dengan rasa sakit hati karena cinta
Aku lelah karena terpuruk dan jatuh berkali kali karena pengkhianatan cinta
Aku lelah karena selalu dinilai dari cara hidupku
Aku lelah karena selalu ingin dianggap cantik dengan memoles wajahku
Aku lelah karena selalu ingin diterima lingkungan sosialku dengan mengenakan pakaian yang mentereng
Aku lelah karena seberapapun keras usahaku untuk menjadi baik..aku tetap dianggap salah
Aku lelah untuk hidup berkelompok sesuai dengan kelas sosialku
Aku lelah untuk menjadi lapar mata dan memboroskan uangku untuk hal-hal yang tidak perlu
Aku lelah pergi menjelajahi tempat-tempat yang kupikir bisa menyenangkanku
Aku lelah terus menerus mencari kebahagiaaan yang ternyata hanya kesemuan semata
Aku lelah berusaha untuk menarik lawan jenisku demi mendapatkan pasangan yang sesuai mauku
Aku lelah dengan otakku yang seringkali diselipi dengan prasangka buruk
Aku lelah hanya bersholat lima waktu lalu kemudian kembali pada hal-hal keduniawian yang menyeretku jauh dari Allahku lagi
Ya Allah....aku lelah...
Kini aku hanya ingin melangkahkan kakiku menuju pesantren
Hanya mengenakan hijab sederhana menutup aurat
Menutupi mahkotaku tanpa wajah berpoles
Hanya membawa hatiku yang pasrah dan ikhlas kepadaMu
Didalam sana aku akan belajar mengenai kebersamaan dan arti kerendahan
hati
Didalam sana aku hanya akan mengharap keridhaan Mu
Didalam sana hanya ada sholat,dzikir,mengaji,tadarrus,semua bekal yang kuperlukan saat diakhirat kelak
Aku hanya ingin ketenangan ya Allah
Aku hanya ingin mengerti makna nafasku sesungguhnya
Aku hanya ingin menangis saat aku mulai jauh dariMu,bukan saat ku jauh dan kehilangan hal-hal yang fana
Ya Allah...ridhai aku untuk menemukan kebahagiaan di jalan Mu..
Aku lelah karena terpuruk dan jatuh berkali kali karena pengkhianatan cinta
Aku lelah karena selalu dinilai dari cara hidupku
Aku lelah karena selalu ingin dianggap cantik dengan memoles wajahku
Aku lelah karena selalu ingin diterima lingkungan sosialku dengan mengenakan pakaian yang mentereng
Aku lelah karena seberapapun keras usahaku untuk menjadi baik..aku tetap dianggap salah
Aku lelah untuk hidup berkelompok sesuai dengan kelas sosialku
Aku lelah untuk menjadi lapar mata dan memboroskan uangku untuk hal-hal yang tidak perlu
Aku lelah pergi menjelajahi tempat-tempat yang kupikir bisa menyenangkanku
Aku lelah terus menerus mencari kebahagiaaan yang ternyata hanya kesemuan semata
Aku lelah berusaha untuk menarik lawan jenisku demi mendapatkan pasangan yang sesuai mauku
Aku lelah dengan otakku yang seringkali diselipi dengan prasangka buruk
Aku lelah hanya bersholat lima waktu lalu kemudian kembali pada hal-hal keduniawian yang menyeretku jauh dari Allahku lagi
Ya Allah....aku lelah...
Kini aku hanya ingin melangkahkan kakiku menuju pesantren
Hanya mengenakan hijab sederhana menutup aurat
Menutupi mahkotaku tanpa wajah berpoles
Hanya membawa hatiku yang pasrah dan ikhlas kepadaMu
Didalam sana aku akan belajar mengenai kebersamaan dan arti kerendahan
hati
Didalam sana aku hanya akan mengharap keridhaan Mu
Didalam sana hanya ada sholat,dzikir,mengaji,tadarrus,semua bekal yang kuperlukan saat diakhirat kelak
Aku hanya ingin ketenangan ya Allah
Aku hanya ingin mengerti makna nafasku sesungguhnya
Aku hanya ingin menangis saat aku mulai jauh dariMu,bukan saat ku jauh dan kehilangan hal-hal yang fana
Ya Allah...ridhai aku untuk menemukan kebahagiaan di jalan Mu..
Selasa, 22 April 2014
Mengapa tak mengapa..
Pertanyaan mengapa kala itu..
Sama seperti bertanya mengapa saat pagi terhempas siang tak bernama...sedang siang terhempas malam bernama sore..
Kujalani saja...
Sama seperti bertanya mengapa saat pagi terhempas siang tak bernama...sedang siang terhempas malam bernama sore..
Kujalani saja...
Jumat, 11 April 2014
tafakurku..dzikirku..
Setiap hari 1x24 jam rata-rata aku berkata-kata 20 ribu kata..karena aku wanita..
Jika aku berdzikir..
Aku akan mengucap subhanallahu 33 kali,alhamdulilah 33 kali,Allahuakbar 33 kali dan 1kali laa illaaha illallahu semuanya berjumlah 100 kali..
Jika setiap 5 waktu sholatku kuucapkan maka aku akan mengucapkannya 500 kali
Merasa kurangpun aku menambahkan 100 kali mengucap laa illaaha illallahu..
Kuhitung semuanya 600 kali..
Dalam 1x24 jam aku berdzikir...mengingat Allah..bersyukur padaNya..
Ku ingin bertafakur disini..,maka kuhitung kira kira berapa bagian banyaknya aku bersyukur padaNya..mengingatNya..dibandingkan aku memilih untuk berghibah..untuk membicarakan keburukan orang..untuk bersumpah serapah..untuk berprasangka buruk..untuk berkeluh kesah..dan banyak lagi kata-kata bermakna negatif didalam 20 ribu kata-kataku perhari..
maka kuhitung 600 dzikir:20.000 kata=0,03x100=3 %
Hanya 3 % dari total seluruh kata-kataku yang bisa saja sebagian besar bahkan kata-kata buruk..aku mengingat kebaikan Allah..
Astagfirullah...masih sangat jauh dari kurangpun...
Jika aku berdzikir..
Aku akan mengucap subhanallahu 33 kali,alhamdulilah 33 kali,Allahuakbar 33 kali dan 1kali laa illaaha illallahu semuanya berjumlah 100 kali..
Jika setiap 5 waktu sholatku kuucapkan maka aku akan mengucapkannya 500 kali
Merasa kurangpun aku menambahkan 100 kali mengucap laa illaaha illallahu..
Kuhitung semuanya 600 kali..
Dalam 1x24 jam aku berdzikir...mengingat Allah..bersyukur padaNya..
Ku ingin bertafakur disini..,maka kuhitung kira kira berapa bagian banyaknya aku bersyukur padaNya..mengingatNya..dibandingkan aku memilih untuk berghibah..untuk membicarakan keburukan orang..untuk bersumpah serapah..untuk berprasangka buruk..untuk berkeluh kesah..dan banyak lagi kata-kata bermakna negatif didalam 20 ribu kata-kataku perhari..
maka kuhitung 600 dzikir:20.000 kata=0,03x100=3 %
Hanya 3 % dari total seluruh kata-kataku yang bisa saja sebagian besar bahkan kata-kata buruk..aku mengingat kebaikan Allah..
Astagfirullah...masih sangat jauh dari kurangpun...
Minggu, 30 Maret 2014
Bipolar
Tunjukkanlah aku jalan tengah, maka ku kan melenceng ke kiri atau ke kanan..
Paksalah aku untuk memasang ekspresi datar, maka aku hanya bisa cemberut dan tertawa..
Dua kutub positif negatif bermain tarik menarik dengan emosiku yang terbolak balik
Jiwaku bak kaleng besi yang menempel kuat bergantian sisi
Sulit sekali bagiku berada ditengah...
Coretlah kata normal
Hapuslah kata stabil
Aku tak dikategorikan didalamnya
Sedetik aku tertawa
Sedetik aku menangis
Fase mania
Fase depresi
Berganti ganti secepat kilat di langit badai
Mereka melabeliku
Mereka menstigmaku
Sinting..gila...tak waras..skizo...
Karena mereka merasa mereka normal
Karena mereka merasa hidup mereka wajar
Karena mungkin..mereka berusaha tak merasa...
Aku disudutkan
Dianggap terlalu memalukan untuk ditunjukkan..
Aku dipojokkan
Tak diberikan ruang untuk penjelasan..
Aku bahkan ditakuti..seperti virus menular atau anjing yang menggigit..
Hey tahukah kau orang-orang sok normal?
Kau bisa saja jadi sepertiku
Bukan karena aku menular
Tapi karena roda kehidupan
Saat akhirnya kau kehilangan kendali
Terlempar keluar dari roda itu
Tertatih tatih..terluka..tergilas
Kau bisa jadi sepertiku..
Mengapa tak kau ulurkan tanganmu kepadaku?
Bukannya habis-habisan meludahiku
Ps: memperingati hari bipolar disorder sedunia yg jatuh tanggal 30 Maret
Paksalah aku untuk memasang ekspresi datar, maka aku hanya bisa cemberut dan tertawa..
Dua kutub positif negatif bermain tarik menarik dengan emosiku yang terbolak balik
Jiwaku bak kaleng besi yang menempel kuat bergantian sisi
Sulit sekali bagiku berada ditengah...
Coretlah kata normal
Hapuslah kata stabil
Aku tak dikategorikan didalamnya
Sedetik aku tertawa
Sedetik aku menangis
Fase mania
Fase depresi
Berganti ganti secepat kilat di langit badai
Mereka melabeliku
Mereka menstigmaku
Sinting..gila...tak waras..skizo...
Karena mereka merasa mereka normal
Karena mereka merasa hidup mereka wajar
Karena mungkin..mereka berusaha tak merasa...
Aku disudutkan
Dianggap terlalu memalukan untuk ditunjukkan..
Aku dipojokkan
Tak diberikan ruang untuk penjelasan..
Aku bahkan ditakuti..seperti virus menular atau anjing yang menggigit..
Hey tahukah kau orang-orang sok normal?
Kau bisa saja jadi sepertiku
Bukan karena aku menular
Tapi karena roda kehidupan
Saat akhirnya kau kehilangan kendali
Terlempar keluar dari roda itu
Tertatih tatih..terluka..tergilas
Kau bisa jadi sepertiku..
Mengapa tak kau ulurkan tanganmu kepadaku?
Bukannya habis-habisan meludahiku
Ps: memperingati hari bipolar disorder sedunia yg jatuh tanggal 30 Maret
Bersuci
Biarkan kesedihan ini...
Biarkan kemarahan ini..
Biarkan kegelisahan ini...
Dosa-dosa masa lalu
Melaju dicelah-celah rumitnya kulitku
Mendaki curamnya urat-urat nadiku
Menuruni pucuk-pucuk tubuhku
Jatuh bergulir
Bersama sejuknya air yang mengalir
Melenyap ke bawah tanah yang kupijak
Saat hambaMu berwudhu
Kuucap bismillah..
Siap menghadapMu..
Biarkan kemarahan ini..
Biarkan kegelisahan ini...
Dosa-dosa masa lalu
Melaju dicelah-celah rumitnya kulitku
Mendaki curamnya urat-urat nadiku
Menuruni pucuk-pucuk tubuhku
Jatuh bergulir
Bersama sejuknya air yang mengalir
Melenyap ke bawah tanah yang kupijak
Saat hambaMu berwudhu
Kuucap bismillah..
Siap menghadapMu..
Jumat, 28 Maret 2014
perempuan yang takut bertanya mengapa...
Alkisah seorang perempuan yang takut bertanya mengapa kepada seseorang. Perempuan muda ini tak mudah percaya terhadap penjelasan yang keluar begitu saja dari mulut seseorang.
Senin, 24 Maret 2014
Pertanyaan yang membuatku menangis...
Pagi ini seseorang bertanya padaku mengenai poligami
Aku katakan poligami adalah bentuk keserakahan
Kukatakan di era saat ini, berbeda dengan jaman nabi..
Nabi terlalu berakhlak mulia..
Seseorang itu kemudian mengatakan padaku jika ini adalah test maka aku tak lulus...
Aku tak layak untuk menjadi istri seseorang karena aku egois..
Aku pun berkata kembali..semua wanita yang kutanyai tidak menyukainya..
Aku pun menyatakan kembali..pendapatku didasarkan pada jaman saat ini..
Kecuali jika aku hidup dijaman nabi..
Bisa jadi jawabanku berbeda,bisa jadi aku menyetujuinya..
Ia berkata bahwa aku bukan sarah yang menyuruh abraham menikahi hajar..
Aku bukan aishah yang pamannya memohon untuk dinikahi nabi..
Memang aku bukan mereka kujawab..
Tapi jika poligami terjadi karena kehendak Allah maka biarkan itu terjadi..
Tetapi rupanya seseorang ini terus saja mengkonfrontasiku meski alasannya tak ingin berdebat..
Yang jelas ia pun berkata ada perempuan lain yang memberikan jawaban yang nyaman mengenai poligami...
Jawaban yang nyaman...
Perempuan yang layak bersanding menjadi istrinya...
Aku tak pantas menjadi istrinya sebagaimanapun aku mencintainya dan menyayanginya...
Karena baginya aku tak bisa menikahinya karena tak mau memberikan jawaban yang menyenangkan mengenai poligami...
Aku tetap bersikeras aku mencintainya..
Tapi nampaknya baginya itu tak cukup..karena aku egois...aku egois karena tak mau dipoligami..
Dan ia lebih memilih wanita lain...
Aku katakan poligami adalah bentuk keserakahan
Kukatakan di era saat ini, berbeda dengan jaman nabi..
Nabi terlalu berakhlak mulia..
Seseorang itu kemudian mengatakan padaku jika ini adalah test maka aku tak lulus...
Aku tak layak untuk menjadi istri seseorang karena aku egois..
Aku pun berkata kembali..semua wanita yang kutanyai tidak menyukainya..
Aku pun menyatakan kembali..pendapatku didasarkan pada jaman saat ini..
Kecuali jika aku hidup dijaman nabi..
Bisa jadi jawabanku berbeda,bisa jadi aku menyetujuinya..
Ia berkata bahwa aku bukan sarah yang menyuruh abraham menikahi hajar..
Aku bukan aishah yang pamannya memohon untuk dinikahi nabi..
Memang aku bukan mereka kujawab..
Tapi jika poligami terjadi karena kehendak Allah maka biarkan itu terjadi..
Tetapi rupanya seseorang ini terus saja mengkonfrontasiku meski alasannya tak ingin berdebat..
Yang jelas ia pun berkata ada perempuan lain yang memberikan jawaban yang nyaman mengenai poligami...
Jawaban yang nyaman...
Perempuan yang layak bersanding menjadi istrinya...
Aku tak pantas menjadi istrinya sebagaimanapun aku mencintainya dan menyayanginya...
Karena baginya aku tak bisa menikahinya karena tak mau memberikan jawaban yang menyenangkan mengenai poligami...
Aku tetap bersikeras aku mencintainya..
Tapi nampaknya baginya itu tak cukup..karena aku egois...aku egois karena tak mau dipoligami..
Dan ia lebih memilih wanita lain...
pagi ini...sakit
Biarkan kerusuhan itu memenuhi benakku
Biarkan kekacauan itu mendeyuti nadiku
Tulikan aku dari suara-suara kemarahan ini
Tampar aku
Pukul aku
Aku ingin fisikku sakit
Aku ingin sakitnya mengelabui kesedihanku
Aku benci perasaan ini
Aku benci rasa cinta ini
Cinta yang percuma
Hati yang terpilin
Saat ia tahu dirinya tak terpilih
Biarkan kekacauan itu mendeyuti nadiku
Tulikan aku dari suara-suara kemarahan ini
Tampar aku
Pukul aku
Aku ingin fisikku sakit
Aku ingin sakitnya mengelabui kesedihanku
Aku benci perasaan ini
Aku benci rasa cinta ini
Cinta yang percuma
Hati yang terpilin
Saat ia tahu dirinya tak terpilih
Sabtu, 22 Maret 2014
Aku sedang berpura-pura
Cemburu dengan langit abu-abu yang bebas melepaskan tangisnya saat murung menggelayut,bahkan tak segan ia memancarkan kilat kemarahan dimatanya dan berteriak menggelegar dengan suara gemuruhnya...
Aku duduk diam disini..
Ditengah manusia-manusia urban yang sibuk memakukan matanya ke layar kotak berwarna yang mereka sebut komputer..
Sementara aku berlumur keresahan tak kasat mata..
Bisakah aku menjadi seperti si langit?
Aku pasti akan dipandang gila..
Padahal aku hanya sedang resah..
Aku harus tetap berpura-pura sampai jam lima tiba..
Aku duduk diam disini..
Ditengah manusia-manusia urban yang sibuk memakukan matanya ke layar kotak berwarna yang mereka sebut komputer..
Sementara aku berlumur keresahan tak kasat mata..
Bisakah aku menjadi seperti si langit?
Aku pasti akan dipandang gila..
Padahal aku hanya sedang resah..
Aku harus tetap berpura-pura sampai jam lima tiba..
Jumat, 21 Maret 2014
solilokui si lumpur
Kubangga menempel di sepatu usangnya
Mengingatkannya akan arti kerja keras dan kerendahan hati..
Saat aku menemaninya berjualan kerupuk dari pasar ke pasar
Dari rumah ke rumah
Kusebal menempel dihak tinggi sepatunya
Ia selalu ingin tampil sesempurna mungkin
Ia selalu menghapusku tak bersisa
Saat ia menghampiri gedung-gedung mentereng itu..
Mengingatkannya akan arti kerja keras dan kerendahan hati..
Saat aku menemaninya berjualan kerupuk dari pasar ke pasar
Dari rumah ke rumah
Kusebal menempel dihak tinggi sepatunya
Ia selalu ingin tampil sesempurna mungkin
Ia selalu menghapusku tak bersisa
Saat ia menghampiri gedung-gedung mentereng itu..
Kesepian Kesendirian
Kesendirian dan kesepian kukatakan adalah dua hal yang berbeda..
Kesendirian adalah bentuk pilihan..
Kesepian adalah bentuk keputusasaan..
Juga kukisahkan..
Manusia yang benar-benar hidup sendirian..
Sampai-sampai ia harus belajar bagaimana caranya memeluk dirinya sendiri agar nyaman..
Meninju wajahnya sendiri agar senantiasa sadar..
Kesendirian adalah bentuk pilihan..
Kesepian adalah bentuk keputusasaan..
Juga kukisahkan..
Manusia yang benar-benar hidup sendirian..
Sampai-sampai ia harus belajar bagaimana caranya memeluk dirinya sendiri agar nyaman..
Meninju wajahnya sendiri agar senantiasa sadar..
Kusuka senja
Kusuka senja..
Saat panas mentari meredup
Saat rambutku dibelai angin sore
Saat burung-burung pulang berarak dilangit
Saat cahaya kuning bersemu merah berjuang menerobos pucuk-pucuk daun
Saat adzan maghrib akhirnya dikumandangkan kembali..
Allahuakbar..
Allahuakbar...
Mensyukuri kehidupan
Saat bulan menggantikan matahari
Bumi masih berputar
Kehidupan masih berjalan
Allahuakbar...
Hanya pikiran iseng tentang menghilang dan nomor nomor
Nomor induk karyawan...
Nomor kartu penduduk..
Nomor wajib pajak..
Nomor rumah...
Nomor telepon...
Nomor rekening..
Nomor kendaraan
Nomor...
Nomor...
Nomor...
Sistem identifikasi manusia hanya serangkaian nomor..
Mau menghilang?
Nomor kartu penduduk..
Nomor wajib pajak..
Nomor rumah...
Nomor telepon...
Nomor rekening..
Nomor kendaraan
Nomor...
Nomor...
Nomor...
Sistem identifikasi manusia hanya serangkaian nomor..
Mau menghilang?
Tak punya otak..sebutannya
Si nelayan berlayar ke laut lepas
Cuaca mulai mendung
Layar dikapal kecilnya berkibar-kibar
Si nelayan melihat sekeliling
Nelayan lainnya telah kembali
Ciut nyali mereka tuk berlayar
Si nelayan menguatkan tekad
Aku harus menjaring ikan
Tak ada pesaing
Kan kujaring ikan lebih banyak
Ku butuh pendapatan
Tapi si nelayan mulai termangu
Saat perahunya diterpa gelombang
Saat petir menyambar
" Apa yang telah kulakukan ?"
Cuaca mulai mendung
Layar dikapal kecilnya berkibar-kibar
Si nelayan melihat sekeliling
Nelayan lainnya telah kembali
Ciut nyali mereka tuk berlayar
Si nelayan menguatkan tekad
Aku harus menjaring ikan
Tak ada pesaing
Kan kujaring ikan lebih banyak
Ku butuh pendapatan
Tapi si nelayan mulai termangu
Saat perahunya diterpa gelombang
Saat petir menyambar
" Apa yang telah kulakukan ?"
Terburu Cemburu
Ia terasing...
Menatap nanar padang bunga bermekaran..
Disibaknyalah setiap kelopaknya
Dibaliknya bersembunyi pasangan-pasangan jiwa yang beromansa
Disulutnyalah api...
Menatap nanar padang bunga bermekaran..
Disibaknyalah setiap kelopaknya
Dibaliknya bersembunyi pasangan-pasangan jiwa yang beromansa
Disulutnyalah api...
Tersinggung...
Saat seorang publik figur melakukan kesalahan, seringkali ia akan berdalih dengan mengatakan..
" Saya hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan.."
Sebagai manusia biasa saya merasa tersinggung..
" Saya hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan.."
Sebagai manusia biasa saya merasa tersinggung..
Saat seniman ingin sendiri...
Kutangkupkan jari-jariku menutupi wajahku
Kutarik napasku dalam-dalam
Perlahan ku berjalan menuju ruang batinku
Kututup pintunya rapat
Disini...
Menulislah aku,tuk berkeluh kesah
Melukislah aku,tuk berkeluh resah
Menyanyilah aku,tuk berkeluh kesal
Tak perlu memaksa yang lain tuk mengerti...
Hanya aku dan sukmaku
Bergelut dengan deritaku sendiri
Berpeluh dengan air mataku sendiri
Berpelukan dengan takdirku sendiri
Tak perlu memaksa yang lain tuk ada
Seniman tak butuh kepalsuan...
Kutarik napasku dalam-dalam
Perlahan ku berjalan menuju ruang batinku
Kututup pintunya rapat
Disini...
Menulislah aku,tuk berkeluh kesah
Melukislah aku,tuk berkeluh resah
Menyanyilah aku,tuk berkeluh kesal
Tak perlu memaksa yang lain tuk mengerti...
Hanya aku dan sukmaku
Bergelut dengan deritaku sendiri
Berpeluh dengan air mataku sendiri
Berpelukan dengan takdirku sendiri
Tak perlu memaksa yang lain tuk ada
Seniman tak butuh kepalsuan...
Sederajat
Marilah kita berbincang mengenai kehidupan..
Kau mendengarkanku
Ku mendengarkanmu
Tak perlu saling mengajari
Tak perlu saling menuding
Kau dan aku darah dan daging
Kau dan aku hanyalah akan menjadi debu tak bernama..
Kau mendengarkanku
Ku mendengarkanmu
Tak perlu saling mengajari
Tak perlu saling menuding
Kau dan aku darah dan daging
Kau dan aku hanyalah akan menjadi debu tak bernama..
Si hipokampus
Bagian terplastis dari otakku..
Si hipokampus..telah menyerap semua kerusakan
Kerusakan yang diakibatkan stress kronik dari dosis-dosis kecil perasaan negatif..
Harus bisa kukendalikan...
Si hipokampus..telah menyerap semua kerusakan
Kerusakan yang diakibatkan stress kronik dari dosis-dosis kecil perasaan negatif..
Harus bisa kukendalikan...
Aku hanya phobia...
Aku phobia terhadap benda -benda yang ditakdirkan untuk berpasang-pasangan oleh penciptanya.
Benda - benda yang diciptakan simetris dengan pasangannya dan tak akan bisa berfungsi tanpa pasangannya..
Aku lebih memilih kau memotong rambutku,jangan kau coba-coba mengguntingnya..
Tanganku jari-jarinya akan gatal jika kau suruh aku mengenakan sarung tangan..
Aku bahkan melubangi setiap ujung kaos kakiku sebelah kanan..kau takkan melihatnya saat aku mengenakannya didalam sepatuku..
Ah sepatuku..kutendang-tendang tanah yang kotor,kuingin mereka bernoda..
Katakan aku sinting...
Kumohon jangan memandangiku
Aku akan memejamkan mataku saat kau menatapku dengan kedua bola matamu yang keduanya serupa berwarna coklat itu..
Aku hanya phobia...hanya...
Benda - benda yang diciptakan simetris dengan pasangannya dan tak akan bisa berfungsi tanpa pasangannya..
Aku lebih memilih kau memotong rambutku,jangan kau coba-coba mengguntingnya..
Tanganku jari-jarinya akan gatal jika kau suruh aku mengenakan sarung tangan..
Aku bahkan melubangi setiap ujung kaos kakiku sebelah kanan..kau takkan melihatnya saat aku mengenakannya didalam sepatuku..
Ah sepatuku..kutendang-tendang tanah yang kotor,kuingin mereka bernoda..
Katakan aku sinting...
Kumohon jangan memandangiku
Aku akan memejamkan mataku saat kau menatapku dengan kedua bola matamu yang keduanya serupa berwarna coklat itu..
Aku hanya phobia...hanya...
UMR
Kurasa kata minim dalam UMR itu adalah suatu bentuk pelecehan terselubung kaum kapitalis terhadap pola pemikiran kaum buruh...
Kenapa tak diganti saja dengan upah standar regional? Terdengar lebih menghargai...
Kenapa tak diganti saja dengan upah standar regional? Terdengar lebih menghargai...
Anarchos
Jika menilik kembali tindakan-tindakan anarkis yang terjadi disuatu negara, bahkan institusi yang lebih kecil seperti rumah tangga..atau sebut saja keluarga, maka inilah pemikiran saya..pemikiran yang pas-pasan saja..namun ingin dikeluarkan..
Melihat dari asal katanya anarchos adalah tanpa penguasa..tindakannya adalah anarkis, yang menentang adanya penguasa,akibatnya order menjadi chaos...kacau balau..
Kurasa disebabkan karena tak sepantasnya manusia menguasai manusia lain, karena di mata Allah kita sederajat...sang penguasa hanyalah satu..Sang kuasa ..Allah swt..manusia hanyalah dapat menjadi seorang pemimpin bagi manusia lainnya..bukan penguasa.
Pemimpin memiliki sifat mengayomi,ingin maju bersama-sama, ingin menjadi baik bersama-sama,pemimpin tak selalu merasa dirinya pasti selalu benar..ia bahkan membuka dirinya untuk diintropeksi,pemimpin tak selalu mengandalkan nafsu belaka.
Nafsu dimana ia ingin selalu mengambil dan mengambil...tak ada konsep take and give.
Dunia akan lebih aman nampaknya,jika ada pemimpin-pemimpin,bukan penguasa..pemimpin yang menyadari bahwa ia bukanlah penguasa.
Melihat dari asal katanya anarchos adalah tanpa penguasa..tindakannya adalah anarkis, yang menentang adanya penguasa,akibatnya order menjadi chaos...kacau balau..
Kurasa disebabkan karena tak sepantasnya manusia menguasai manusia lain, karena di mata Allah kita sederajat...sang penguasa hanyalah satu..Sang kuasa ..Allah swt..manusia hanyalah dapat menjadi seorang pemimpin bagi manusia lainnya..bukan penguasa.
Pemimpin memiliki sifat mengayomi,ingin maju bersama-sama, ingin menjadi baik bersama-sama,pemimpin tak selalu merasa dirinya pasti selalu benar..ia bahkan membuka dirinya untuk diintropeksi,pemimpin tak selalu mengandalkan nafsu belaka.
Nafsu dimana ia ingin selalu mengambil dan mengambil...tak ada konsep take and give.
Dunia akan lebih aman nampaknya,jika ada pemimpin-pemimpin,bukan penguasa..pemimpin yang menyadari bahwa ia bukanlah penguasa.
Dicubit...mencubit...
Jika aku meminta kepada Allah untuk dijauhkan dari orang yang mencoba mencubitku...bagaimana jika ternyata orang lainpun meminta doa untuk dijauhkan dari cubitanku?
Dasar manusia..
Dasar manusia..
Rindu
Sudah lama tak mengunjungi makam ibu..
Merindukan ketenangan mencekam saat duduk diatas pusaranya dan memandangi realitas kehidupan disekelilingnya...
Tapi kini ku tahu...tak baik hadistnya jika duduk diatas makam...
Ah ibu...tetap saja aku merindukan tempat peristirahatan terakhirmu..dibawah bunga kamboja..diselipi pepohonan maja..
Merindukan ketenangan mencekam saat duduk diatas pusaranya dan memandangi realitas kehidupan disekelilingnya...
Tapi kini ku tahu...tak baik hadistnya jika duduk diatas makam...
Ah ibu...tetap saja aku merindukan tempat peristirahatan terakhirmu..dibawah bunga kamboja..diselipi pepohonan maja..
Persepsi yang ( sempat ) indah..
Saat matahari menyingsing..aku mendengar suara mencicit burung..
Ah...tersisip rasa damai sekejap dihatiku..
Oh tak beberapa lama kemudian,kudengar ayahku berteriak.." Ada tikus terperangkap !!"
Dan terdengar suara mencicit itu lagi..
Oh ternyata...
Ah...tersisip rasa damai sekejap dihatiku..
Oh tak beberapa lama kemudian,kudengar ayahku berteriak.." Ada tikus terperangkap !!"
Dan terdengar suara mencicit itu lagi..
Oh ternyata...
Garis Kehidupan...
Perlukah menggunakan penggaris untuk menggambarkan ciptaan-Nya ?
Dari mataku semuanys memiliki lekuk...
Bulan sampai ke tulang- tulang daun...
Adakah garis kehidupan yang benar-benar lurus ?
Dari mataku semuanys memiliki lekuk...
Bulan sampai ke tulang- tulang daun...
Adakah garis kehidupan yang benar-benar lurus ?
Langganan:
Komentar (Atom)