Alkisah seorang perempuan yang takut bertanya mengapa kepada seseorang. Perempuan muda ini tak mudah percaya terhadap penjelasan yang keluar begitu saja dari mulut seseorang.
Perempuan ini lebih memilih untuk diam dan mencari jawabannya sendiri..
Mengapa? karena perempuan muda ini pernah mengalami trauma..
Saat ia berumur 20an ia pernah sangat jatuh cinta.
Lelaki ini memperlakukannya dengan penuh cinta..tapi entah mengapa lelaki ini kemudian berubah menjadi seseorang yang asing..
Ia tidak lagi menunjukkan perhatiannya kepada perempuan ini..
Saat perempuan muda ini memohon penjelasan lelaki ini hanya mengatakan..
" Aku tidak mencintaimu lagi.."
Perempuan ini tidak terima dengan penjelasan lelaki ini..
" Mengapa?" Tanyanya..
" Orang tuaku tidak menyetujui hubungan kita.."
" Mengapa ?" Tanyanya lagi..
" Karena kita berbeda.."
Perempuan ini mencoba berargumentasi..
" Aku bisa menjadi apapun yang kau minta..aku akan menurut..karena aku mencintaimu.."
" Ah tetap aku tak bisa menikahimu dan kita harus mengakhiri hubungan ini..terlebih lagi kita jauh.."
Memang perempuan dan lelaki ini tinggal berjauhan..tapi pada awalnya mereka tak mempermasalahkan hubungan jarak jauh itu..tapi entah mengapa..yang lagi-lagi entah mengapa lelaki ini mulai mempermasalahkannya..
Perempuan inipun kembali berargumen..
" Kita bisa dekat jika kita menikah..aku akan tinggal denganmu..kita akan selalu dekat.."
Lelaki inipun terdengar mulai kesal dan menjawab lagi..
" Kau tidak akan mungkin meninggalkan kehidupanmu yang baik disana hanya untuk hidup denganku.."
Perempuan ini berargumentasi lagi..
" Bagiku yang baik adalah ikut denganmu..kehidupanku disini tidak sebaik itu.."
Lelaki itu marah dan ia menyanggah..
" Kau memang ingin segalanya sempurna..kau tidak mensyukuri kehidupanmu disana.."
Perempuan ini mulai bingung dengan pembicaraan ini..nampaknya ia selalu saja disanggah..selalu dipojokkan..
" Kesempurnaan hanya milik Allah..aku mencintaimu..mengapa jadi begini?"
Lelaki ini membentaknya..
" Aku sudah dijodohkan..jika kau mau..kau akan kupoligami..jika tidak ya sudah.." Betapa hancur hati wanita ini...
"Kau membuatku sakit..Mengapa?"
Wanita ini tak sanggup menghadapi kenyataan lelaki yang dicintainya telah sanggup mengatakan hal-hal yang menyakitkan..
Lelaki inipun menjawab kembali..
"Kau selalu bertanya terus..membuatku kesal dan lelah..selalu bertanya mengapa!!" Perempuan ini sebenarnya bertanya mengapa bukan untuk mencari jawaban yang sesungguhnya..
Ia bertanya mengapa karena baginya perkataan lelaki itu semuanya seperti mimpi..seakan tidak nyata..ia terus saja bertanya mengapa, karena ia tak sanggup menghadapi kenyataan yang terlalu menyakitkan, kenyataan dimana mau tidak mau ia harus mempercayainya itu telah diucapkan.
Membuatnya terus saja bertanya mengapa..
Pertanyaan yang jawabannya tidak diinginkan perempuan itu..sehingga pertanyaan mengapa itu terus saja muncul dibenaknya..karena ia tak pernah merasa mendapat jawaban yang diinginkannya..
Perempuan ini akhirnya telah dihancurkan kepercayaannya oleh lelaki ini..
Setelah beberapa lama perempuan ini menjadi takut untuk bertanya kepada siapapun..
Setiap ia akan mulai bertanya terngiang-terngiang kata-kata lelaki ini..
"Mengapa kau bertanya terus?"
Oleh karenanya perempuan ini menjadi takut bahwa setiap jawaban yang akan diberikan dari pertanyaannya akan mengakibatkan ia bertanya mengapa lagi dan lagi karena ia sulit untuk mempercayai setiap jawaban-jawaban langsung yang dilontarkan oleh seseorang..
Ia telah kehilangan kepercayaannya..
Kepercayaan akan jawaban yang telah diberikan..
Ia lelah untuk bertanya..
Ia lelah untuk percaya lagi..karena baginya pertanyaan mengapa itu adalah pertanyaan tanpa akhir...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar