Jalan berlikuku bercela dicelah-celah
Aku hanyalah organisme kecil ditangan Allah
Alam raya menyisakan sedikit peraduan untukku
Tuk membeku ditiup debu-debu
Berserah pasrah dikubangan fatalisme
Berhenti menari mengikuti ritme
Tersenyum mengayun diambang gerbang
Sebentar lagi sayap-sayap ini kan terbang
Menyerahkan kembali kefanaanku
Tak mengapa ku tak merana
Dialog-dialog tanpa kata bermakna cinta
Inilah epilogku yang terindah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar