Hidupku Dalam Sebuah Memoar
Melukis suramnya takdir
Apalah aku hanyalah seorang pandir
Mulut-mulut ketus berlagak menyindir
Toh kesempurnaan tak kan pernah hadir
Mengenggam setetes air ditapak tangan
Ijinkan aku tuk sebentar berangan
Saat imaji dan ilusi beterbangan
Inilah aku terlupakan, bak seorang gelandangan
Karangkan hidupku dalam sebuah memoar
Agar ku bebas berkoar-koar
Mempongahkan diriku panjang kali lebar
Beromong kosong sedikit berdebar-debar
Ha ha ha ha aku tertawa pada dunia
Pada kalian
Sekutuku
Musuhku
Entahlah….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar