Bara api dihati
Mata terbakar panas
Dengan nalurinya
Ia meneteskan air
Lagi...
dan lagi....
Telapak tangan
Telapak kakipun
Mereda dingin
Panas telah bergulir
Turun di pucuk - pucuk raga
Meninggalkan hati berembun
Saat embun itupun meluap
Yang tersisa hanyalah kilau dihati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar