Tertidur pulas
Tiba-tiba otakku mengidekan
Kata-kata....
Beberapa frasa...
Aku harus mengambil pena
Aku harus menuliskannya
Sekarang juga!
Nyalakan lampu!
Mana pena?!
Mana pena?!
Mana kertas kosong?!
Mana ?!
Aku terkantuk-kantuk
Melawan rasa pusing
Kepalaku terantuk meja kayu
Aduh sakit!
Tapi aku harus mulai menulis sekarang!
Jangan sampai lupa!
Ini penting!
............................................................
Menjahit dengan tangan
Jelujur benang harus linear sejajar
Tak lurus....lepas...jahit lagi
Tak lurus....lepas...jahit lagi
Telunjukku berdarah
Tertusuk jarum
Telapak tanganku mulai demam
Jari-jariku pegal gemetaran
Tapi aku tak boleh berhenti
Harus selesai
Harus benar
......................................................
Aku menggosok lantai
Rutinitasku tiap hari
Aku lelah, aku terduduk, berkeringat sudah
Mataku menyipit
Penuh selidik
Radar di otakku berbunyi
Ada bercak dilantai
Ada bercak dilantai !
Kuambil lagi kain pel
Kugosok lagi kuat-kuat
Mana lagi ?
Mana lagi ?
Kenapa dengan diriku ?
Mengapa aku tak konsentrasi mengepel?
Keringat dingin membasahi punggungku
Kepalaku pusing
Apakah sudah mengkilat lantainya?
...............................................................
Aku ingin mengenakan baju itu
Kenapa aku ingin ?
Kenapa dari bajuku yang selemari penuh
Aku ingin ?
Aku tak dapat menjelaskannya
Mungkin karena aku hanya ingin
Ada dorongan kuat
Aku tak bisa melihat baiknya yang lain
Otakku hanya terfokus padanya
Mana bajunya?
Dilemari tak ada
Dimana ? Dimana ?
Aku harus mengenakannya
Ahh masih belum dicuci
Dorongan kuat lagi
Aku harus mencucinya
Jam berapa ini ?
Sudah jam sebelas malam
Tak apa-apa sepertinya
Karena aku harus memakainya esok
Aku tak bisa melihat bagusnya yang lain
......................................................
Aku berbaring
Mataku membuka
Apakah sudah kukunci kamarku ?
Ahh rasanya sudah
Mataku berat
Otakku bersuara
"Nampaknya aku lupa..."
"Bagaimana jika ada pencuri masuk..."
"Apakah tadi sudah kau kunci?"
" Sudah berbunyi klik? "
Aku berusaha membuka mata
berat....
cepat...
Otakku mengintimidasi
" Lihatlah kembali pintumu "
" Jika pun sudah kau kunci "
" Apakah sudah dua kali ? "
Pencuri akan sulit membuka jika dua kali
Dua kali lebih baik dari satu kali
Aku membuka mata...
berat...
kakiku berat..
Ohh ternyata sudah kukunci
Sudah dua kali
Aku berbaring lagi
Lega....
Tunggu dulu..
Mataku menatap jendela..
ohhh
Selambu jendelaku tidak tertutup rapat
Kaca jendela nya mengintip
Bagaimana jika ada yang mengintip ?
Bagaimana jika si pencuri tadi mengintip ?
Aduhhh... ngantuk...
Tertidur...
Bermimpi buruk....
Pencuri masuk....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar