Ia berjalan santai dibelakangmu
Kaupun tak perlu beralasan menoleh
Ia tak nampak kejam
Di wajahnya senyuman menawan hati
Meski ia tahu kau belum melihatnya
Saat kaki terus melangkah
Saat jejak kakimu dipijaknyapun
Kau mulai merasa...
Babak penyangkalan
Kau mulai menyangkal rasa curigamu
Kau terus berjalan
Kau ingin menoleh
Kau ingin tahu
Jalanan mulai sepi...
Ujung matamu kau picingkan
Rasa ingin tahumu meledak sudah
Seiringan tikaman dipundakmu
Membuatmu berakhir berdarah-darah
Kau tak sempat lari
Kau tak sempat melawan
Kau tak sempat mengira
Kau kira ia baik
Dan ia masih nampak baik
Dengan pisaunya...
Dengan senyumannya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar