Rabu, 09 Mei 2012

Tangis Membisu

Cahaya rembulan yang membias
Melongok ingin tahu ke wajah yang pias
Disanalah bulir-bulir air menetes
Mengguratkan pola-pola asimetris

Tadahlah tabung kaca dipipi
Buktikanlah kesedihan ini tak bertepi
Titik-titik air mata kan berubah darah
Lihatlah, hati ini sangat terluka parah

Jeritan tercekat sangat merongrong
Keheningan malam tak banyak menolong
Kepada siapa jiwa mengadu
Rintihan perih, sakit mengaduh- aduh

Sekiranya ada yang kuajak berbagi
Sekiranya aku bisa beranjak pergi
Tapi, inilah aku dijerat stagnansi
Semangatku mengkerut tak berisi

Oh Tuhan, bangunkanlah aku
Hentakkan diriku yang terbujur kaku
Lekaslah datang, sinar mentari yang hangat
Setidaknya, kalau memang hari ini hanya sekilas lewat...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar